Jumat, 22 Agustus 2008

PEMILU DAN RAKYAT

MENANG PEMILU, MENANG UNTUK BAYAR HUTANG

Kasihan... saya hanya bisa sampaikan kasihan, turut berduka cita bagi rakyat dan saya sendiri sebagai rakyat. Para wakil rakyat yang nyaleg itu tidak bersungguh membela kita, rakyat. ”Ayo, pilih kami”, ”Coblos, No.2”, ”Hidup adalah perbuatan.......”, adalah kata-kata yang kita ingat disampaikan oleh para calon Kepala Daerah, dan seorang Ketua Umum Parpol yang bendera parpolnya berwarna biru, bayangkan berapa rupiah yang mereka keluarkan untuk berkampanye di televisi, di koran-koran nasional? Puluhan hingga ratusan juta rupiah!

Sungguh kaya mereka para calon pemimpin bangsa ini, tapi darimana dananya, ya dari masing-masing individu dan uang parpol, inilah sumber kata kasihan yang saya ucapkan bagi saya dan rakyat. Mengapa? Karena setelah mereka nantinya benar-benar memenangi Pemilu ataupun Pilkada yang pertama mereka lakukan ialah mengembalikan dana kampanye. Kocek mereka yang sudah kering untuk berkampanye harus diisi ulang, parpol yang habis-habisan mendukung butuh suntikan dana untuk menjalankan dan menghidupkan lagi parpolnya.

Lalu darimana uangnya untuk mengembalikan dana kampanye? Ya, uangnya berasal dari gaji mereka yang diterimakan per bulannya. Maka tidak heran jika para anggota legislatif itu minta uang terus, parpol yang mendukungnya nun jauh disana yang tersebar di seluruh pelosok negri ini butuh dana untuk hidup juga. Seolah parpol itu berkata, ”Hey, kalau sudah diatas ingat kita-kita yang dibawah, yang menjadikan kamu kaya raya, jangan dimakan sendirlah!!” mungkin demikian seruan parpol.

Parpol-parpol itu berusaha meng-gol-kan calonnya ya biar mereka bisa betahan hidup, mereka punya kepentingan mereka sendiri, kepentingan rakyat hanyalah kamuflase. Jaman sekarang ini, apa yang gratis? Tidak ada. Maka rakyat jangan terlalu bayak berharap pada parpol. Hutang kampanye adalah yang utama bagi mereka, bagi kita yang utama adalah kasihaaan.............

Tidak ada komentar: